Kamis, 30 Januari 2014

Fakta - Fakta Menarik tentang INDONESIA | E.PAPER

E.PAPER | Kalau ngomongin Indonesia, akan banyak bahasan-bahasan menarik yang bakalan keluar dari bibir, entah itu budaya, sejarah, atau bahkan olahraga. Di Indonesia juga tersimpan fakta-fakta yang menarik untuk dibahas bahkan bisa sampai diperdebatkan. Dan inilah beberapa fakta yang layak dibahas dan diperdebatkan..

1. Indonesia bukan Pemilik Pulau terbanyak di dunia

Kita sering mendengar informasi bahwa Indonesia yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke adalah Negara dengan pulau terbanyak, ternyata bukan. Dengan jumlah pulau sebanyak 17 ribu lebih (13.466 sudah memiliki nama), jumlah pulau di Indonesia tidak sebanyak FInlandia. Finlandia memiliki pulau sebanyak 179.584 pulau atau 10 kali jumlah pulau di Indonesia. Finlandia merupakan Negara yang terletak di Eropa Utara (Skandinavia), walau memiliki pulau terbanyak di dunia, luas daratan Finlandia yang menyatu dengan Eropa lebih besar dari gabungan 179 ribu pulau tersebut. Walau hanya memiliki jumlah pulau 17 ribu lebih, Indonesia dianggap sebagai Negara kepuluan terbesar di dunia mengalahkan Jepang, Filipina, Maladewa, Mikronesia, Fiji dll.

2. Bohong Besar Indonesia dijajah Selama 3,5 abad

Sejak sekolah dari SD hingga kuliah otak kita sering direcoki doktrin Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Ini jelas fakta yang harus diluruskan, jika klaim 350 tahun berarti kita dijajah Belanda sejak tahun 1595 (1945-350). Faktanya VOC atau serikat dagang Belanda baru menginjakkan kakinya di Banten pada tahun 1592 dipimpin oleh Cornelis De Houtman. Dan tahun 1592 tidak layak dijadikan dasar pengusaan VOC atas Indonesia karena untuk menaklukan suatu bangsa atau kerajaan butuh pertempuran dan dasar paling tepat menentukan awal mula penjajahan adalah ketika daerah tersebut ditaklukan. Fakta lain bahwa sampai abad 19 Belanda masih berusaha menaklukan nusantara seperti di Jawa meletus perang Diponegoro (1825-1830), di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), di Sulawesi Selatan ada perang hingga tahun 1907, perang Aceh terjadi hingga tahun 1930 dll. Menurut pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda. Yang benar adalah Belanda butuh 350 tahun untuk menaklukan Indonesia. Kita mesti bangga sebagai bangsa besar yang sulit dikalahkan bangsa asing bukan sebaliknya.

3. Ada Enam Bangsa yang coba menaklukan Indonesia

Selama ini kita diajarkan bahwa wilayah nusantara mengalami 3 periode perlawanan dari bangsa asing yaitu Portugis (1512-1574), Belanda (1592-1942) dan Jepang (1942-1945). Selain ketiga bangsa tersebut, nusantara pernah kedatangan bangsa lain yaitu Spanyol, Prancis dan Inggris. Spanyol pernah kali memasuki perairan Indonesia pada tahun 1521 dan meninggalkan nusantara sekitar tahun 1645 ketika tentara Spanyol yang kejam terusir dari bumi Minahasa, sejak itu Spanyol focus di Filipina. Spanyol gagal menaklukan nusantara seperti mereka menaklukan Amerika. Sedangkan jejak Prancis di Indonesia terjadi ketika di Eropa terjadi perang antara Belanda dan Prancis, perang kemudian di menangkan oleh Prancis sehingga semua wilayah yang dikuasai Belanda jatuh ke tangan Prancis (1805-1815). Penakluk Prancis, Napoleon lalu mengangkat Herman Wiliam Daendels sebagai gubernur jenderal di Nusantara. Daendels mulai menjalankan tugasnya pada tahun 1808 dengan tugas utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Penakluk Eropa ketiga yaitu Inggris. Inggris berada di nusantara sejak 1602. Namun jejak Inggris melalui serikat dagang India Timur meredup sejak VOC melebarkan kekuasaannya. Inggris memilih mundur ke Semenanjung Melayu. Inggris kemudian hadir kembali di Indonesia pada tahun 1811 sampai 1816.

4. Indonesia negara agraris atau maritim

Indonesia sering disebut sebagai negeri agraris karena sebagian besar rakyatnya hidup dari pertanian. Fakta yang terjadi sekarang bahwa 65% bahan pangan kita adalah impor dari luar negeri seperti India, China atau Amerika Serikat. Untuk padi (beras) produksi kita masih kalah dari India dan China kedua negera yang kini lepas landas di bidang teknologi. Menelisik jauh ke masa silam, rakyat nusantara lebih dikenal sebagai negeri maritim yang tangguh, mereka adalah penjelajah laut yang hebat. Nenek moyong kita sudah sering bolak balik ke Madgaskar, ke Venice bahkan hingga Pasifik. Uniknya adalah suku-suku berhuruf M adalah suku maritim seperti Makassar, Melayu, Mandar, Madura, Maluku, Minang. Selain itu orang-orang Buton dan Dayak punya tradisi laut yang hebat. Dulu mereka berlayar sambil berdagang, sayangnya anak cucu mereka sekarang lebih senang jadi pamong Negara (PNS). Suku yang kuat dengan pertaniannya adalah Jawa dan Sunda, ini bisa jadi karena tanah yang subur. Namun di candi Borobudur terdapat relief kapal cadik yang menandakan orang Jawa juga pelaut hebat.

5. Indonesia Rumah bagi Puluhan Agama

Pasca reformasi 1998, pemerintah Indonesia memberikan cap agama resmi kepada agama Konghucu, total ada enam agama resmi di Indonesia yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu. Keenam agama tersebut merupakan agama import dari luar nusantara. Selain ke-6 agama resmi tersebut di Indonesia terdapat beberapa komunitas agama yang eksis di dunia seperti Baha’I, Yahudi, Orthodox , Ahmadiyah dll. Diluar semua agama tersebut, Indonesia juga rumah bagi banyak agama tradisional yang tiak diakui. Jumlah mereka cukup banyak hingga puluhan, beberapa diantaranya seperti Parmalim (Sumut), Kahariangan (Kalimantan), Wetu Telu (Lombok), Kejawen (Jawa) atau Toloatang (Sulsel). Yang sering terjadi para pemeluk agama tradisional ini diharuskan memilih salah satu agama resmi dalam mengurus administrasi kependudukan, banyak dari mereka memilih agama Hindu seperti orang Toloatang dan Kaharingan padahal mereka bukan pengikut Hindu. Sensus tahun 2010 sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak terjawab atau tidak ditanyakan (Wikipedia.com).

6. Indonesia Macan Asia Masa Lalu

Saya harus membuka banyak sumber bacaan untuk meyakinkan diri bahwa tim nasional Indonesia pada masa lalu (sekitar tahun 1950-1970) adalah macan Asia yang hebat dengan prestasi. Faktanya dalam daftar Piala Asia tidak ada nama Indonesia minimal di posisi ke-4. Justru yang saya dapati adalah Burma, Thailand, Vietnam dan Kamboja. Pada masa 50 sampai 60 sepakbola Burma merupakan macan Asia sesungguhnya mereka pernah juara Asian Games 1966 dan 1970, prestasi terbaik Indonesia adalah perunggu pada Asian Games 1958. Satu satunya gelar Asia yang didapatkan Indonesia adalah juara Piala Asia Junior tahun 1961. Jangan lupakan Indonesia pernah menjuarai Mardeka Games tahun 1968 dengan mengalahkan Burma, dan yang paling heroik kita pernah main di Olimpiade. Kita sampai di Perempat final setelah menang WO dari Vietnam di penyisihan. Ramang dkk dikalahkan Uni Sovyet 0-4 di partai kedua.

7. Medali Indonesia di Olimpiade

Beberapa informasi salah sering muncul ketika menyinggung perjalanan tim nasional Indonesia di olimpiade, ada yang menyebut kita sampai babak final (perak) kalah dari Uni Sovyet, ada pula yang menulis kita sampai semifinal. Faktanya kita sampai di babak Perempat Final dengan menang WO dari Vietnam. Sadar lawan di perempat final adalah Uni Sovyet, Tony Puganick pelatih timnas berkata” kalian ingin main bola atau mengubah sejarah”, ungkapan yang melecut semangat timnas menahan Sovyet di hari pertama. Indonesia ‘benar-benar’ meraih medali pertamanya pada olimpiade Seoul 1986 lewat Trio Panahan Putri. Emas pertama kita dari cabang Bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992, setelah bulutangkis resmi dipertandingkan pertama kali di olimpiade 1992.

8. Sejarah Majapahit yang Samar

Pelajaran sejarah kita perlu diluruskan kembali, selama ini kita diajari (baca”doktrin) bahwa Majapahit lewat patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan sumpah Palapanya pernah mengusai seluruh Nusantara dari Aceh hingga Papua. Faktanya kerajaan di Sulawesi tidak pernah ditaklukan oleh Majapahit, tidak ada satu lontara atau bukti tertulis yang menulis terjadi penaklukan di wilayah kerajaan Sulawesi yang pada masa itu wilayahnya sebagian besar di bawah pengaruh kedatuan Luwu. Bukti artefak justru membuktikan bahwa Majapahit datang untuk mencari biji besi untuk ditempa menjadi senjata yang kuat. Pada masa itu budaya tulis sudah lazim bagi orang Bugis Makassar dan mereka tidak pernah mencatat ada penaklukan dari kerajaan Majapahit, juga tidak ada peninggalan berupa candi atau bangunan khas jawa yang membuktikan Majapahit pernah berkuasa seperti di Sumatera. Di Maluku dan Papua juga tidak terdapat peninggalan candi dan sejenisnya. Jadi teori tentang Majapahit menguasai seluruh nusantara perlu di kaji ulang kembali.

9. Indonesia Kaya Mineral Tambang

Cerita yang menyebut Indonesia Negara yang melimpah barang tambang tidak sepenuhnya benar. Yang benar Indonesia Negara yang boros memanfaatkan sumber daya alamnya, parahnya sebagian besar di kelola oleh asing. Coba lihat rangking penghasil minyak bumi dunia, rangking Indonesia terlempar di nomor 21 dunia kalah dari Nigeria, Rusia, China dll. Produksi Minyak kita kalah dari Amerika Serikat (no.3 dunia) anehnya AS mengirim perusahaan mereka untuk menguasai ladang minyak kita dan bodohnya kita mau menerima mereka. Tambang mineral lain seperti Emas, rangking Indonesia hanya di nomor 9 dunia (2,3% cadangan dunia) kalah dari Kanada (no.9) dan AS (no.3), dan hebatnya perusahaan Negara AS bernama PT. Freeport menjadi pengelola tambang emas terbesar Indonesia di Papua. Mereka mengusai 90,64% saham Freeport Indonesia dan menyisakan kurang 10% untuk pemerintah Indonesia. Yang lebih parah adalah Batubara dimana Indonesia yang hanya punya cadangan 0,5% adalah punya produksi batabara no. 6 dunia, produksi batubara kita semakin menepis dan tidak lama lagi akan habis karena produksi berlebihan. Rangking tambang Indonesia yang lain adalah Nikel (no. 4 dunia), Tembaga (7), Timah (5), Gas Alam (13). Indonesia memang memiliki kekayaan yang bervariasi tapi dalam jumlah yang terbatas namun terus dikelola dengan berlebihan.

Itu beberapa fakta tentang Indonesia yang menarik untuk diperbincangkan. Fakta menarik lainnya akan menyusul. Ini hanya sebagaian kecil dari begitu banyak cerita tentang Indonesia yang masih tersimpan dalam lemari peradaban.

Artikel by Kompasiana
Diposting oleh chandra setiawan

Selasa, 21 Januari 2014

Spirit Multiple Intelligences untuk Keharmonisan Negeri

E.PAPER | Indonesia memang memiliki kearifan lokal di tiap-tiap daerah, Indonesia juga telah melakukan tradisi dialog antaragama, antar kelompok masyarakat yang berbeda sejak dulu kala, sejak jaman nenek moyang. Namun, keharmonisan seakan-akan tetap enggan singgah di negeri ini.. Adakah yang salah dalam diri kita? sebuah pertanyaan yang mungkin perlu renungan yang lama untuk menjawabnya..

Nampaknya kita perlu pertimbangkan kembali teori  Multiple Intelligence yang mengatakan bahwa manusia bisa belajar, berkomunikasi, dan memecahkan masalah dengan 9 cara.
yang bertumpu pada kekuatan keahlian. yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kekuatan keahlian mengolah kata); (2) Kecerdasan Logik-matematik (kekuatan keahlian logika/penalaran dan angka); (3) Kecerdasan Spasial (kekuatan keahlian mengenali gambar); (4) Kecerdasan Gerak Ragawi (kekuatan keahlian gerak tubuh); (5) Kecerdasan Musikal (kekuatan keahlian memainkan irama dan nada); (6) Kecerdasan Interpersonal (kekuatan keahlian berhubungan antar-insan); (7) Kecerdasan Intrapersonal (kekuatan keahlian diri); (8) Kecerdasan Naturales (kekuatan keahlian hubungan manusia dengan flora, fauna, dan alam); (9) Kecerdasan Eksistensial (kekuatan keahlian religiositas, spiritualitas, dan filsafat).

Indonesia adalah negeri dengan beragam etnis, bahasa, budaya, dan agama pernah mengukir prestasi yang apik dalam mewujudkan kesatuan dan keharmonisan negeri. Sayangnya prestasi ini tak berlangsung lama... Konflik, perselisihan, dan saling curiga antar kelompok masyarakat telah menjelma menjadi sebuah tradisi baru yang menyedihkan; saling menyesatkan, saling mengkafirkan, saling menyerang, bahkan saling mengeyahkan dengan menghalalkan darah orang/ kelompok yang berbeda. Genangan darah dan melayangnya nyawapun tak dapat dihindarkan. Kerugian moril maupun material pun sudah tak bisa terhitung jumlahnya, bahkan semua ini masih berlangsung sampai sekarang #MIRIS..

Padahal bukan mustahil hal-hal seperti di atas dapat dihindari, atau paling tidak diminimalisir  jika kita mau mengoptimalkan potensi kecerdasan yang ada dalam diri kita. Banyak diantara kita yang pandai berdakwah, ceramah hingga mampu memikat ratusan bahkan ribuan jemaah.... Sayangnya kata-kata dan kalimat yang muncul bukan yang menyejukkan dan menentramkan, melainkan malah memancing emosi massa untuk membenci bahkan menyerang orang/kelompok lain yang berbeda. Penyesatan mungkin sudah menjadi menú seharí-hari dalam khutbah/pidato. Padahal, dengan kecerdasan linguistik kita mampu memilih dan memilah mana kata-kata atau kalimat yang bernada menghujat, menghasut dengan kata-kata yang indah menyejukkan dan menentramkan.

Bahkan tak sedikit diantara kita yang mampu mengkalkulasi, menalar dengan logikanya masing-masing terhadap setiap persoalan yang menghimpit diri dan kelompoknya. Akan tetapi, terkadang kita lebih suka untuk mengedepankan ego dan kepentingan kelompoknya masing-masing. Tak peduli orang/ kelompok lain tak berkenan dengan langkah yang dilakukannya, merasa tak nyaman dengan kebijakan/argumennya, n merasa dipaksa/didzalimi oleh kebijakan/argumen itu. Yang penting diri kita, kelompok kita senang, nyaman, dan menikmatinya. Bukankah seharusnya setiap ide, langkah, kebijakan yang akan kita keluarkan harus selalu melalui logika berpikir orang banyak dan lebih mengedepankan kepentingan umum? Disinilah perlunya mengoptimalkan kecerdasan logic-matematic kita..

Dengan kecerdasan Interpersonal pun harusnya kita udah bisa peka bahkan mampu merekam setiap langkah yang kita lakukan bersama orang/ kelompok lain. Kita hidup dengan lingkungan yang sangat beragam. Seharusnya kita tidak merasa bahwa bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. #WOOOW sombongnya kita jika sudah merasa demikian. Padahal dengan membangun hubungan antar sesama di lingkungan kita, berarti kita telah membuka pintu komunikasi, membentuk jejaring untuk saling mengenal, mengapresiasi, dan memberikan penghargaan terhadap setiap perbedaan yang ada.

Kehidupan yang seperti ini yang mulanya memberikan inspirasi untuk menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan filosofi dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Sebuah pondasi yang memungkinkan setiap kelompok hidup sesuai dengan kultur dan ideologi, sesuai pilihannya masing-masing tanpa harus merasa risih dengan orang/kelompok lain. Dari sinilah akan terbentuk sebuah pondasi negeri yang adil, beradab, dan jauh dari prilaku anarki.

Dalam konteks religiositas, spiritualitas, dan filsafat, upaya mengoptimalkan kecerdasan eksistensial itu sangatlah penting dan mendesak untuk sampai saat ini. Tak banyak kan diantara kita yang menyadari bahwa ada yang salah dalam model pendidikan keagamaan di Indonesia. Umumnya lembaga pendidikan (keagamaan) kita mendidik kita dengan cara doktrinal. Artinya, lembaga pendidikan dan juga guru tentunya, lebih menekankan aspek koqnitif yang hanya mementingkan hafalan pada anak didiknya.
Oleh karena itu hanya aspek koqnitif yang dikedepankan, untuk itu jangan heran jika di negeri ini dikenal religius, contohnya setiap tahun jemaah haji meningkat, masjid, gereja, vihara, dan klenteng selalu dipenuhi jemaah, tetapi yaa itu peringkat korupsi negeri ini tak pernah beranjak turun bahkan semakin naik. Artinya, antara kesalehan religius tak seirama dengan kesalehan sosialnya..

Dari buku yang pernah saya baca selama kuliah Psikologi dan Dosen-dosen yang mengajar saya selama ini, Disimpulkan bahwa dalam pendidikan agama, ada dua aspek penting yang dilupakan : (1) aspek afektif dan psikomotorik. Pada aspek afektif, peserta akan disuguhi nilai-nilai filosofis dalam beragama. Tak hanya itu, anak didik juga akan ditekankan jika mereka meninggalkan atau tidak melakukan ibadah, maka akan mendapatkan konsekuensi negatif dalam kehidupan kesehariannya. Tetapi lebih pada korelasi negatif jika kita meninggalkan ajaran dan ritual agama. Contoh: jika anak tidak berpuasa, maka ia akan kehilangan kepekaan sosialnya, dan seterusnya.

Pada aspek psikomotorik, anak didik akan lebih memahami nilai-nilai filosofis dari setiap ajaran dan ritual keagamaan yang mereka yakini, sehingga berpengaruh terhadap perilaku keagamaan dan sosialnya. Aspek ini menekankan akan pentingnya ajaran moral dan sosial dari doktrin-doktrin keagamaan. Ia tidak berhenti pada bagaimana caranya sholat, puasa, bayar zakat, dan naik hají, tetapi lebih jauh pada seberapa besar pengaruhnya ibadah-ibadah itu terhadap perilaku sosialnya. Dengan metode ini anak didik nggak hanya pintar dalam persoalan doktrin dan ritual, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya pada sosial kemasyarakatan.

Selain itu, kita juga harus mengasah aspek spiritualitas diri kita. Pada aspek ini hanya kita sendiri yang tahu sejauh mana kepekaan dan ketajaman terhadap kondisi sosial kemasyarakatan di lingkungannya, dan tajam dalam menganalisis suatu persoalan yang menghinggapi diri, orang lain, bahkan negara dan bangsa. spiritualitas nggak hanya menjadi kebanggaan personal individu dan mampu mengantarkan seseorang menjadi lebih arif, bijak dan toleran, disinilah pentingnya Kecerdasan Eksistansial.

Seandainya kita bisa menguasai sembilan (9) kecerdasan dalam diri kita, bukan hal mustahil persoalan apapun dapat terpecahkan, nggak ada arogansi antar orang/kelompok, nggak ada lagi sesat menyesatkan antara orang/kelompok. Kehidupan seperti inilah yang jelas diimpikan oleh setiap warga negara, sebuah kehidupan yang harmonis, tentram, damai.

...sekian...
***

Diposting oleh chandra setiawan

Nilai BAIK dan BURUK Dalam Realita | E-PAPER

E.PAPER | Kata 'baik' dan 'buruk' di dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang luas. Seseorang yang bermoral dikatakan baik, makanan enak disebut makanan yang 'baik', sebatang kayu yang berguna dan kuat dikatakan kayu yang baik pula. Sesuatu yang baik bagi seseorang mungkin buruk bagi orang lainnya itu pun satu fakta. Contoh ada seorang anak mendengarkan nasehat orang tuanya, orang mengatakan anak tersebut sangat baik. Namun, ketika anak mau memberikan 'contekan' jawaban ujian kepada temannya, maka temannya yang diberi 'contekan' menyebutnya sebagai anak yang baik, sementara gurunya berkata bahwa ia anak yang buruk/tidak baik bukan bergitu??

Dinamika pun berlanjut, dan nggak sampai disitu aja kita membedakan dan mengartikan antara '
Baik dan Buruk' semisal seperti perumpamaan berikut, 'bila ingin hidup di dunia ini, tindakan baik bagi seseorang adalah harus terjun di dalam korupsi dan kolusi, tetapi hal seperti itu sangatlah berdampak buruk/tidak baik bagi perkembangan mental bangsa. Misal yang lain, dan ini pasti pernah kalian pikirkan bukan ya walaupun nggak semua pernah, membuat orang yang sedang sekarat menjadi meninggal itu merupakan tindakan yang baik, agar dia tidak menderita lebih jauh dari cerita kebanyakan film aksi peperangan itu sering terjadi, saat salah satu teman tentara terluka/cedera yang sangat parah dan mustahil untuk sembuh, justru dia akan ditembak mati oleh temannya sendiri dengan tujuan agar dia tidak menderita. Contoh lain, kalian pasti pernah membeli buah semisal pisang aja deh.. dan pastinya kalian akan memilih dan memilih, dari situ kalian akan membuat kesimpulan bukan? bahwa Buah pisang yang kehitaman disebut buruk karena tidak menarik.

Nah.. Dari contoh di atas, istilah
baik dan buruk / tidak baik, memiliki arti yang luas, tergantung dari sudut pandangnya, apakah itu dari sudut pandang arti ekonomi, arti hedonistik - Hedonistik yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan, arti artistik dan sebagainya. Di dalam bahasa Indonesia, kata-kata baik dan buruk/tidak baik memiliki arti yang luas dan tidak jelas.


Dinamikanya, sekarang ini orang hanya menilai baik jika menguntungkan dirinya entah itu baik/atau buruk bagi orang lain, dan sebaliknya orang akan menilai bahwa itu buruk/tidak baik jika itu merugikan dirinya sendiri. Sebatas itukah pemikiran orang terhadap penilaian Baik dan Buruk/Tidak baik?? ya fakta memang seperti itu.. Tapi semua itu kembali kepada Hati Nurani kita masing-masing. Trus apa coba peranan Hati Nurani dalam hal ini Terhadap Perbuatan Manusia??

Hati Nurani merupakan suatu objek yang ada dalam diri seseorang untuk menilai perbuatan yang dilakukan oleh orang tersebut. Setiap orang pasti memiliki hati nurani kan?? Hanya saja, apakah ia mengenal suara hati nuraninya atau tidak. Ada sih sepertinya, keberadaan hati nurani bukanlah hal yang penting bagi sebagian orang. Mereka cendrung untuk mengikuti suara-suara lain dari pada suara yang timbul dalam hati nurani. Hati nurani bertugas melarang atau memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu, yang mungkin bertentangan dengan keinginan kita secara pribadi. Suara hati tidak dapat ditawar bro. oleh segala pertimbangan entah itu menguntungkan atau merugikan. Nah oleh karena itu suara hati disebut mutlak ndak bisa diganggu gugat.. Dengan demikian sebagai manusia harusnya sadar bahwa ia berada dibawah kewajiban mutlak untuk selalu memilih yang benar, iya nggak?? Jadi, dapat dikatakan bahwa di dalam diri kita, seolah-olah ada Tim penilai yang menilai dari perbuatan-perbuatan yang kita lakukan terutama ya dari segi moral pastinya.. Inget waktu pelajaran IPA di SMP atau SMA waktu itu yaa, Manusia itu berbeda dengan binatang, manusia memiliki hati nurani, sedangkan binatang tidak. Binatang hanya memiliki insting.

Isnting itulah yang menjadi dasar bagi seekor binatang untuk bereaksi dengan lingkungannya. Namun, berbeda dengan manusia. Hati nurani menjadi dasar bagi manusia untuk bertindak atau bereaksi terhadap lingkungannya. Contoh nih yaa, banyak manusia lebih memilih untuk bertindak tanpa hati nurani, misal membunuh, merampok, korupsi demi apa lagi kalo bukan demi harta kekayaan pribadi, pernah lihat gak acara disalah satu chanel TV swasta 'Harta, Tahta, Wanita' yang ada diulas adalah contoh ilustrasi dari tindakan AMORAL orang yang gak berhati nurani, menurut saya pribadi seperti itu.. Yaaa memang begitulah fenomena yang terjadi disekitar kita..

Karena itu guys..
***BUKA MATA, BUKA TELINGA dan BIARKAN HATI NURANI BERBICARA!***

Nilai BAIK dan BURUK dalam Realita
Tiwul Skuad
ADVENTURE ON VILLAGE

Diposting oleh chandra setiawan

Jumat, 10 Januari 2014

Pantai BANYU TIBO | E.PAPER

Ujaaan.. Ujaaann.. Ujaaan..
Tak akan menyurtkan langkah kami..
Untuk Melanjutkan Ekspedisi TIWUL menuju berbagai tempat wisata khususnya di Kampung halaman, karena kampung halaman kami pun mempunyai SPOT-SPOT WISATA yang tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain bahkan negara lain. haha. Bangga Jadi Orang PACITAN bro..


BANYU TIBO
Tampang pelaku-pelaku utama
foto by TIWUL EXPEDITION
Perjalanan dibawah guyuran hujan itu menyenangkan men.. Kemana tujuan kita kali ini?? kita akan menuju ke................   Pantai Banyu Tibo..


BANYU TIBO
Pantai Banyu Tibo
Illustrasi by TIWUL EXPEDITION
Pantai Banyu Tibo
Satu lagi Pantai Tersembunyi di kab. Pacitan, terletak di desa widoro. Kec. Donorojo, Kab. Pacitan. Menelisik nama Pantai Banyu Tibo dalam bahasa jawa yang artinya Air Jatuh. Dengan nama itu kita pasti bertanya-tanya "masa ada Pantai yang airnya jatuh??" bukan air lautnya yang jatuh, melainkan ada sungai kecil dengan kejernihan airnya yang wahh.. hehe. air itu mengair menuju tebing Pantai dan jatuh ke Pantai.


BANYU TIBO

BANYU TIBO
BANYU TIBO
Banyu Tibo
foto by TIWUL EXPEDITION
Selain menyuguhkan Panorama Indah dan sangat recomended bagi wisatawan dan mungkin penghobi lanscape bolehlah utuk mencoba datang ke pantai ini. Lewat foto-foto berikut ini cukup untuk menjabarkan seperti apa Eloknya Pantai ini..


BANYU TIBO         BANYU TIBO
                             
                BANYU TIBO         BANYU TIBO
                                    
       BANYU TIBO      BANYU TIBO

BANYU TIBO

BANYU TIBO

BANYU TIBO

BANYU TIBO

BANYU TIBO
Banyu Tibo
foto by TIWUL EXPEDITION
Itulah beberapa foto spot-spot dari Pantai Banyi Tibo.. Bagi Pembaca harap menilai sendiri bagaimana panorama yang tersaji, Feeling terhadap karya seni itu berbeda-beda bukan, jadi tergantung selera anda semua (red: pembaca).

Ini juga ane sajikan tingkah polah anak-anak TIWUL EXPEDITION  Aneh, Kreatif, dan Menyenangkan. hehehe.

Mulai dari yang satu ini..
BANYU TIBO
Panas-panas pake jas ujan
foto by TIWUL EXPEDISI
BANYU TIBO
Ekspresinya WOW..
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
Masalah tidur dimana aja boleh lah
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
lagi meriang
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
Trio WOW
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
dikagetin ombak
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
Obsesi
foto by TIWUL EXPEDITION
BANYU TIBO
Di dalam warung kayaknya gak asyik.. ginian nih baru yang asyik
foto by TIWUL EXPEDITION
Satu hal yang bisa di didapat dari momen ini, "hangatnya kebersamaan". Mumpung masih muda ya, lok dah pada berkeluarga susah banyak pertimbangan hehe. 

dan akhirnya..
BANYU TIBO
Uhuiiii uhuuuiiii Sampaii jumpa lagi dilain waktu..
foto by TIWUL EXPEDITION



Diposting oleh chandra setiawan

Kamis, 09 Januari 2014

Pantai Taman, Ngadirojo | Adventure dan Konservasi | E.PAPER

Pantai Taman.
Pantai Taman, Bagian dari Pantai Selatan Jawa, dengan ciri ombak yang sangat besar dan sangat berbahaya untuk bermain air. Pantai ini terletak di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur.

Pantai Taman

Akses menuju ke Pantai Taman sangatlah mudah sama seperti halnya Pantai Padi Dangkal di desa WorawariPantai Pidakan di Desa Jetak, Pantai Soge, Pantai Sidomulyo. Semua Pantai Tersebut berada di sepanjang JLS (Jalur Lintas Selatan) yang menghubungkan kec. ngadirojo dan Kec.kebonagung.

Pantai Taman
salah satu jembatan yang ada di JLS                                        Foto : mamumam
Selain menyuguhkan panorama yang bagus dengan kanan kiri tebing yang cukup tinggi, Pantai Taman juga menyuguhkan wahana adventure yang pasti menegangkan dan memacu adrenalin kita, widiihhh bahasanya. hehe. yaitu Flying Fox dengan panjang kurang lebih 400m, flying Fox ini juga menjadi Flying Fox terpanjang di Indonesia.
Pantai Taman
Flying Fox                                                                                 Foto by mamumam
Untuk sampai ke pos peluncuran, hmm.. apa nama ya?? Pos peluncuran gitu aja supaya mudah di ingat. hehe. Untuk sampai ke Pos itu pun sudah disuguhi dengan adrenalin, harus melawati jalan yang lumayan menanjak menyusuri tebing.

Pantai Taman
Road to flying fox                                   Foto by mamumam
Tebing yang tinggii..
Pantai Taman
Tebing Tinggi Flying Fox                       Foto by mamumam
Mendaki lagi.. Mendaki lagi... hehe. Dengan penuh penasaran dan semangat.

Flying Fox
semangat juang                                                                          foto by mamumam


semangat mendaki                                     foto by mamumam
Sampai di atas atau pos peluncuran kita bisa melihat lanscape Pantai Taman yang cukup panjang..

Pantai Taman
Lanscpe Pantai Taman                                                           Foto by mamumam
Waktunya mencoba Flying Fox, kayaknya sarana outbound seperti ini sangat tepat untuk terapi pobia ketinggian. hehe. Seperti saya juga sebenarnya takut ketinggian. hehe... 
 
Pantai Taman
Flying Fox                              Foto by mamumam
dan Meluncuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrr.........

Pantai Taman
Flying Fox                                                          Foto by mamumam
Di Pantai Taman juga telah dibuka konservasi penyu dengan jenis penyu biru kalau nggak salah jenisnya. Konservasi ini dikelola oleh warga setempat yang dulu itu bekerja sama dengan balai konservasi UMM (Universitas Mumammadyah Malang). 

Pantai Taman
Konservasi Penyu              Foto by mamumam
Konservasi ini sangat membantu pembiakan penyu dan menekan kepunahan penyu itu sendiri. Sebelum didirikannya konservasi tersebut banyak nelayan dan warga setempat yang memanfaatkan daging penyu yang terbilang cukup mahal sehingga mengancam perkembangan penyu itu sendiri dan meningkatkan potensi kepunahannya. Dengan adanya konservasi seperti ini warga menjadi lebih mengerti fauna apa aja yang dilindungi dan harus dilestarikan, dan alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kabar adanya pembantaian penyu di daerah setempat yang dilakukan nelayan dan warga sekitar.

Konservasi ini juga di buka untuk umum loh, bahkan dibuka peluang untuk menjadi anggota anggota konservasi dan penanaman saham untuk pengelolaan.. ayoo bagi yang peduli penyu silahkan bergabung.. hehe.. 

ayo lestarikan pengembangan penyu di Pacitan.. 
Ayo kita Lestarikan Alam Pacitan..

Diposting oleh chandra setiawan