Rabu, 28 Januari 2015

CITRA vs REALITA (Politik)

Kembali Berpolitik dulu..
INDONESIA itu adalah negara Demokrasi (yaitu) sebuah sistem yang berpedoman dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.. Dalam sistem ini sudah pastinya Suara rakyatadalah penentu semuannya.. Mungkin itu sebabnya banyak bermunculan partai-partai yang tujuan awalnya adalah sebagai sarana untuk dapat menyuarakan suara rakyat^awalnya sob, sekarang bisa dinilai sendiri gimana tingkah Partai Politik (Parpol) saat ini^.. Tapi menurut saya beda gan, di Indonesia itu cuma ada 2 partai yaitu Partai Citradan Partai Realita.. Dah macam kayak sinetron aja ya. ^LEBAY^.. AHAHAA.
Masing-masing partai memiliki basis massa (Pendukung) yang besar dan juga punya cara politik tersendiri. Dari berbagai pendapat para pengamat politik profesional (Ayah, Pakdhe, Om, Kakek, teman dll). HAHA.. dapat saya klasifikasikan bahwasanya ada 3 perbedaan yang tampak dari partai-partai ini...


Partai Citra
  1. Mangandalkan media sebagai panggung kerja.. (Pemain sinetron kalee....)
  2. Pasang iklan…pasang iklan..pasang iklan.. (biaya iklan 1M, KORUPSIsolusinya..haha)
  3. Bersandar hanya pada kharisma tokoh (Pake Artis papan atas ex. tuh S***H banyak fansnya. otomatis karisma bertambah... heuheuheu)
Partai Realita
  1. Turun ke akar rumput, menjadi solusi masyarakat
  2. Jarang pasang iklan, dana terbatas
  3. Punya sistem dan kader yang kokoh, tak semata hanya tokoh.
Nah itu dia Sob, silahkan... silahkan... silahkan... untuk menilai dari banyaknya partai yang ada di Negeri ini. Manakah yang termasuk Partai Citra dan Partai Realita.
Ettsssssss kalau saya ya tentu partai itu lho yang sekarang lagi booming..di seluruh media masa..hahaha..

Diposting oleh chandra setiawan

Selasa, 13 Januari 2015

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI


Foto Profil
C.Setiawan

 
Nama Lengkap
Chandra Setiawan
Jenis Kelamin
Laki – Laki
Tempat ,Tanggal Lahir
Pacitan, 21 Juli 1989
Agama
Islam
Status
Belum Menikah
Alamat
Jl. Veteran no. 28 B Slagi Pacitan Jawa Timur Indonesia
Phone
-
E-mail
chandra4belas@gmail.com
PENDIDIKAN FORMAL

1997 – 2002
SDN Pacitan 1                                                       
2002 – 2005  
SMPN 1 Pacitan
2005 – 2008
SMAN 2 Pacitan
2008 – 2012
Universitas Wisnuwardhana Malang
KEMAMPUAN

Software Editing
Adobe lightroom, Photoshop
Ofiice
Microsoft office, Excel, Word, Power Point

 PENGALAMAN KERJA

Magang di Bidang Aset, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Pacitan,       -               - 2014
Hormat saya



Diposting oleh chandra setiawan

Eksplore Senja Pacitan

Mari Bekicot yukkk,, haghaghag.. 
Walaupun Iseng-iseng aja tapi gak apalah tetep jadi karya kok.. haghaghag..

SENJA
Pantai Soge:


Pantai TUguragung:


Pantai WatuKarung:


Monumen Jendral Sudirman:


SENJA itu adalah moment yang paling dicari saat ini.. Senja sanggup memancarkan keindahan yang ISTIMEWA sebagai ciptaan ALLAH SWT... 
hanya di waktu-waktu tertentu untuk melihat senja dengan keindahannya..

Berburu senja itu hal menyenangkan
Mari berburu senja kawan..
keep your camera n take the best picture of sunset


Bersambung lain waktu...

Diposting oleh chandra setiawan

Senin, 12 Januari 2015

CIRI-CIRI DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI DAN INDUSTRI

Berikut adalah ciri-ciri seorang pemimpin dalam Organisasi dan Industri :

Pemimpin
web.image.com
  1.      Mempunyai kemampuan dalam mengelola perubahan.
Sangat penting bagi seorang pemimpin karena untuk kedepan seorang pemimpin akan selalu dihadapkan oleh perubahan-perubahan dalam orgnisasi dan industri.
  2.      Mempunyai kemampuan analitis
Kemampuan menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
  3.      Mempunyai kemampuan untuk fleksibel
Kemampuan menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat bardasarkan analisa terhadap situasi.
  4.      mempunyai kemampuan berkomunikasi
kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
  5.      Selalu berada di tengah.
Dengan berada di tengah, berarti Anda tidak mendominasi karyawan Anda. Artinya, Anda memberi ruang longgar pada karyawan untuk berinteraksi dengan Anda. Anda bukan orang yang sulit dijangkau sehingga para karyawan dapat mengutarakan pendapat apapun dengan nyaman. Dan, Anda tidak berada di bawah agar karyawan tetap menganggap Anda sebagai figur yang patut dihormati.
Pemimpin:


  6.      Tunjukkan bahwa Anda berkompeten menjadi pemimpin
Anda tahu bidang yang Anda geluti. Tunjukkan kemampuan Anda agar karyawan dengan sendirinya merasa hormat pada Anda. Dalam hati mereka pasti ada ketertarikan dengan prestasi dan pengetahuan Anda.
  7.      Jadi role model yang baik
Lakukan apa yang Anda ucapkan! Jika Anda mengeluarkan perintah karyawan dilarang keras datang terlambat, maka Anda harus mengikuti peraturan tersebut. Jadilah bos yang rajin, maka karyawan Anda pun tidak akan malas berangkat ke kantor. Mereka malu terlambat ke kantor karena Anda sebagai pimpinan saja tidak terlambat, kok mereka yang karyawan malah terlambat.
  8.      Kenali kondisi perusahaan Anda
Bagi manajer baru, adakan pertemuan dengan para staf dan diskusikan kondisi perusahaan. Tetapkan tujuan Anda dan tujuan perusahaan. Ajak semua karyawan ikut menetapkan tujuan ini. Jadi, semua orang merasa memiliki perusahaan. Semua karyawan ikut andil dalam memajukan perusahaan. Dengan demikian semua orang merasa terikat dan memberikan dukungan penuh atas kesuksesan perusahaan.
Judul Spoiler:


Beberapa fungsi kepemimpinan dalam organisasi dan industri sebagai berikut:

  1.      Pemimpin sebagai pengambilan keputusan.
 Disini pemimpin diibaratkan sebagai kepala yang berwenang memutuskan planing dari suatu rapat    anggota organisasi.
  2.      Pemimpin sebagai pengembang imajinasi.
Pemimpin yang baik tidak akan berdiam diri memperhatikan karyawan bekerja tetapi pemimpin yang baik jaga harus bisa mengelurkan imajinaasinya sebagai langkah awal munculnya imajinasi dan keterampilan karyawan.
  3.      Pendelegasian wewenang kepada bawahan.
Pemimpin yang baik berusaha memberikan wewenangnya kepada karyawan demi kemajuan skill dari karyawan tersebut dan sebagai bawahan tidak diharuskan untuk menolak kaarena itu demi kemajuan organisasi.
  4.      Pelaksanaan control dan perbaikan kesalahan-kesalahan.
Pemimpin yang baik harus mampu bersikap rendah hati tidak diktator atau bersifat memaksa, seorang pemimpin harus bisa menerima kesalahan karyawan dan berusaha memperbaiki kasalahan tersebut.
  5.      Pemimpin sebagai mediator
Seorang pemimpin yang baik memiliki fungsi sebagai seorang mediator untuk mengatasi berbagai macam konflik yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasinya.
  6.      Pemimpin sebagai komunikator yang efektif.
Menjalin hubungan di luar maupun di dalam dilakukan dengan proses kmunukasi. Berbagai keputusan harus disampaikan melalui jalur komunikasi yang terdapat dalam organisasi. 

Judul Spoiler:


Bagaimana???
Apakah anda sudah termasuk dengan ciri-ciri diatas..

SELAMAT BERKARYA dan BERKARIER

Diposting oleh chandra setiawan

Rabu, 07 Januari 2015

MENDIDIK KESADARAN

Mendidik Kesadaran

Mukhlis F, Senin, 2009 Maret 23 Dari berbagai penelitian 88 % yang mengendalikan hidup kita adalah pikiran bawah sadar, sisanya adalah pikiran sadar. Baik buruknya seseorang adalah pengaruh dari alam bawah sadar, penjahat manapun, koruptor dimanapun jika ditanya secara sadar tentang apa yang telah dilakukannya pastinya mereka akan menjawab bahwa apa yang dilakukan meraka itu tidaklah benar, tetapi mengapa mereka masih melakukannya? Perkosaan bapak terhadap anak kandungnya, pembunuhan sesama saudara, kekerasan ditengah masyarakat dan lain sebagainya, itu hasil dari sumbangan pikiran bawah sadar. Bagaimana cara kita mendidik pikiran bawah sadar ini? 


Otak (Pikiran) Sadar dan Bawah Sadar 

Manusia mempunyai dua macam bentuk pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar berfungsi mengidentifikasi informasi, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori, menganalisa data dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu dan memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar tidak memerlukan mata, telinga atau panca indera, tetapi ia bekerja dengan menggunakan mata batin atau disebut imajinasi. Pikiran bawah sadar bekerja mirip sebuah memori komputer. Ia menyimpan informasi yang pernah kita lihat, dengar, dan rasakan secara permanent.


Fenomena Ke(tidak)sadaran 

Pikiran bawah sadar tidak bisa memberikan gambaran atas kata sifat atau perintah seperti kata “jangan”. Ia hanya bisa mengimajinasikan kata benda atau kata kerja. Mengapa anak kecil dibawah umur 5 tahun. Ketika dikatakan kepadanya “jangan lari” dia akan lari”. “Jangan nakal” dia akan nakal. Mengapa? Karena otak bawah sadar dan imajinasinya tidak bisa menggambarkan kata “tidak” atau “jangan”. Ketika anda mengatakan “jangan lari” yang ia lihat adalah gambar orang berlari bukan orang berhenti berlari. “jangan” adalah kata abstrak.
Hal ini tidak saja terjadi pada anak kecil, tetapi juga orang dewasa. Ketika larangan “jangan atau dilarang merokok” seringkali hal itu tidak memberikan hasil. Kenapa? Karena otak bawah sadar tidak mengenal kata “jangan”. Tidak ada gambar yang muncul ketika “jangan”diucapkan. Yang muncul justru gambar rokoknya. Maka orang tetap saja merokok walau dilarang.

Para copy writer, iklan banyak yang memanfaatkan sifat manusia ini, mereka mengatakan jangan dibaca bagian tertentu tetapi pembaca tetap saja membaca. Selain rasa ingin tahu juga karena adanya gambar “(jangan)” baca bagian tertentu itu, “jangan” diberi tanda kurung karena otak bawah sadar tidak memperoleh gambaran atas kata “jangan”. Apakah Anda bisa menggambarkan “jangan” sebagai bentuk?

Di jalan kita banyak menemukan tulisan “jangan merokok”, “say no to drugs”, “jangan ngebut”. Apa yang ada di imajinasi Anda? “merokok”, “drug”, dan “ngebut”. Jadi, orang bukannya berhenti merokok, ngedrugs, atau ngebut tetapi malah melakukannya. Seprti kasus yang ramai diperbincangkan tempo hari "Dukun Tiban Ponari dari Jombang", sudah dilarang, ditutup malah orang banyak mendatanginya, ingin membuktikan, kenyakinan mistis dari dukun, cerita yang dengar maupun dilihat telah menutup pikiran sadar masyarakat kita.

Pikiran bawah sadar lebih peka terhadap gambar, jika gambar iklan rokok dipasang cowok yang ganteng dan gagah, maka pikiran bawah sadar kita akan mengikutinya, sebaiknya larangan merokok diganti dengan gambar-gambar pasien rokok, iklan narkoba ditampilkan korban akibat narkoba, atau gambar korban kecelakaan akibat kebut-kebutan.
Sebaiknya kita juga mencari kata-kata yang bersifat positif dan tegas dalam mendidik anak, misalnya jangan katakan kepada anak “jangan boros”, tetapi “ berhematlah, “jangan nakal” tetapi “berbuat baiklah, “jangan berdusta”, tetapi “ jujurlah”.

Otak bawah sadar berfungsi sebagai pengendali kebiasaan dan tempat imajinasi, ingat kasus anak memenggal temannya sendiri gara-gara seringnya menonton film “hakim Bao” yang menghukum dengan memenggal, ingat smack down yang memakan korban anak usia SD (inget sempat dibully teman-teman waktu SD, haha), ingat juga seorang kakek yang tega memerkosa cucunya sendiri, atau seorang paman tega memerkosa keponakannya lantaran seringnya nonton film porno, Ingat kekerasan dikalangan pelajar, adanya Gang perempuan, aksi demo anarkis yang memicu aksi berikutnya untuk anarkis, hal ini adalah sebab-akibat dari referensi kekerasan yang selama ini mereka lihat.

Film/sinetron yang menampilkan perselingkuhan, hamil diluar nikah, aborsi, pacaran yang berlebihan, rebutan warisan, berorientasi uang dan sebagainya, hal ini telah mengganggu perkembangan kepribadian dan sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Semakin banyak masyarakat melihat gambar kekerasan semakin mudah juga orang melakukan kekerasan, lihat saja berita di TV atau Koran sepertinya makin lama makin banyak kasus kekekasan, pembunuhan, perkosaan termasuk mistis.

Kesemuanya itu jika terus menerus masuk ke memori otak, maka lambat laun peristiwa itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan mungkin bisa jadi benar dan ingin menirunya, dalam hal ini yang bekerja adalah otak (pikiran) bawah sadar, bukan otak (pikiran) sadar, jika pikiran sadar yang bekerja, maka pelaku akan mempertimbangkan konsekuensi dari apa yang akan dan telah dilakukan. Baik dan buruk, benar atau tidak itu hasil kerja dari pikiran sadar, sedangkan pikiran bawah sadar tidak mengenalnya.
Tugas kita bersama untuk menjaga kemurnian kasadaran. Pastikan generasi penerus kita tumbuh tanpa mengenal referensi hidup yang negatif (kekerasan, korupsi, perkosaan, perselingkuhan dll), tetapi mereka mengenal referensi yang positif ( kasih sayang, rukun, kerjasama, saling menghormati, harmonis, humanis, disiplin, bertanggungjawab, prestasi dll).

Mendidik Kesadaran:


FINALLY
Moga tulisan ini mampu menyadarkan kita semua…amin.

Diposting oleh chandra setiawan